EDUKASI KESEHATAN MENTAL ADHD DI MEDIA SOSIAL DALAM MENCEGAH SELF-DIAGNOSIS PADA REMAJA DI MAN 1 PANGANDARAN
DOI:
https://doi.org/10.62180/vmkzbt08Keywords:
Kesehatan Mental, ADHD, Remaja, Media Sosial, Self-DiagnosisAbstract
Media sosial saat ini telah menjadi ruang utama bagi remaja untuk mencari informasi, termasuk mengenai kesehatan mental. Namun, kemudahan akses ini juga membawa tantangan baru. Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah kecenderungan remaja melakukan self-diagnosis setelah menemukan konten tentang gangguan mental, seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hal ini terjadi karena informasi yang diperoleh melalui media sosial tidak selalu akurat dan lengkap. Akibatnya, sebagian remaja dapat salah memahami kondisi dirinya, merasa memiliki gangguan tertentu, dan mengalami kecemasan berlebihan. Padahal, pemahaman yang tepat tentang kesehatan mental membutuhkan sumber informasi yang kredibel serta bimbingan dari tenaga profesional. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran, Jawa Barat, dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan mental melalui media sosial. Metode kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai ADHD dan kecenderungan self-diagnosis. Selanjutnya dilakukan ceramah dan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas fenomena yang dialami oleh siswa. Pada tahap akhir dilakukan post-test untuk menilai pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan diharapkan menunjukkan adanya perubahan positif, yaitu meningkatnya pemahaman siswa tentang ADHD serta kesadaran bahwa gangguan mental tidak dapat ditentukan hanya melalui konten media sosial, melainkan memerlukan konsultasi dengan tenaga profesional.
Downloads
References
Aiman, N., Putri, R. D., & Salim, A. (2024). Social media addiction and adolescents’ emotional well-being: A systematic review. Journal of Adolescent Mental Health, 12(2), 85–97.
Ainiyah, N. (2018). Remaja millenial dan media sosial: media sosial sebagai media informasi pendidikan bagi remaja millenial. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 2(2), 221-236.
Antika, S., & Sartika, S. (2025). Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Persepsi Remaja Terhadap Kesehatan Mental Dan Bantuan Psikologis. Diagnosa: Jurnal Hasil Riset Dan Pengembangan Ilmu Kesehatan, 1(1), 20-29.
Gordon, L. (2025). Mental Health Misinformation On Tiktok: A Content Analysis Of ADHD-related videos. Journal of Digital Psychology, 9(1), 22–35.
Lubis, A. J., Leila, G., Purba, R. M., Rahmawati, A., & Ulfasari, D. (2025, March). Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Kelurahan Belawan Sicanang dalam Program Kesehatan Jiwa Remaja. In Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA) (Vol. 8, No. 2, pp. 189-196).
Manah, S. B. S., Nurrahmah, A., Jazzyra, X. R., Awalia, H. H. P., Apriliya, R., Mahendra, R., & Kusumadinata, A. A. (2025). Peran strategis artikel SEO dan konten media sosial Instagram untuk membangun komunikasi brand yang relevan bagi audiens. JP2N: Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara, 1(1), 110-122. https://doi.org/10.62180/j1a5b996
Mitchell, S. (2024). The rise of self-diagnosis among adolescents in the age of social media. Cyberpsychology Review, 18(3), 144–158.
Ozer, E. J., & Piatt, A. A. (2023). Youth participatory action research: Principles and applications for adolescent health promotion. American Journal of Community Psychology, 71(1–2), 1–15.
Randika, R. (2024). Kesehatan mental remaja Indonesia: Temuan Survei Nasional I-NAMHS 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Yuniarti, D. (2025). Pola penggunaan media sosial dan literasi digital remaja Indonesia. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 14(1), 33–45.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rita Destiwati, Raissa Azaria Arief, Tita Melia Milyane

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










