Akselerasi Luas Tambah Tanam (LTT): Modernisasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan 2026

Authors

  • Nurhayati Polbangtan Bogor Author
  • Meltyana Arrum Liwara Polbangtan Bogor Author
  • Moch Ejip Arnawan Polbangtan Bogor Author
  • M. Rizik Sahril M Polbangtan Bogor Author
  • M Wafi Polbangtan Bogor Author
  • M Wafi Polbangtan Bogor Author
  • Nayla Cesya Centra A.C Polbangtan Bogor Author
  • Wulan Sucisafitri Polbangtan Bogor Author
  • Ali Alamsyah Kusumadinata Universitas Djuanda Author

DOI:

https://doi.org/10.62180/wppybv08

Keywords:

Luas Tambah Tanam , ), Indeks Pertanaman, Modernisasi Pertanian, , Swasembada Pangan

Abstract

Swasembada pangan merupakan pilar stabilitas nasional yang memerlukan optimalisasi lahan secara berkelanjutan. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi lahan luas, namun menghadapi tantangan berupa rendahnya Indeks Pertanaman (IP), keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan terlantar.  Tujuan tulisan ini mengidentifikasi permasalahan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kalimantan Tengah serta merumuskan strategi percepatan dan langkah implementasi teknis untuk mencapai target swasembada pangan tahun 2026. Kajian ini disusun menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan analisis data sekunder yang bersumber dari laporan kebijakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Tengah serta literatur terkait manajemen pertanian. Strategi utama yang diidentifikasi meliputi pemetaan potensi tanam berbasis data spasial (Siscrop/Simotandi), percepatan tanam maksimal 14 hari pascapanen, penggunaan varietas padi supergenjah, serta penguatan mekanisasi pertanian dan manajemen air melalui pompa bergerak. Target strategis tahun 2026 ditetapkan pada LTT reguler sebesar 86.913 ha dan LTT padi gogo sebesar 8.565 ha. Keberhasilan percepatan LTT di Kalimantan Tengah sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan konsistensi monitoring harian. Implementasi teknologi modernisasi pertanian terbukti menjadi kunci utama dalam meminimalisir jeda tanam dan meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, A., Lubis, M. M., Mukhlis, J., Sintha, T. Y. E., Nopembereni, E. D., Hidayati, B. P., ... & Ayu, I. W. (2025). Swasembada Pangan: Konsep, Strategi dan Inovasi Ketahanan Pangan Nasional Era Globalisasi di Indonesia. Star Digital Publishing.

Ahmad, A., Sulaiman, A. A., Tarman, R. N., & Patanduk, J. W. . (2025). Transformation of Modern Agriculture through Agricultural Mechanization in Indonesia . Tarjih : Agribusiness Development Journal, 5(01), 91–100. https://doi.org/10.47030/tadj.v5i01.922

Anugrah, I. S., & Hestina, J. (2022). Tata kelola bantuan alat dan mesin pertanian sebagai instrumen pendukung pertanian modern. In Forum Penelitian Agro Ekonomi 40,(2) 105-118 DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v40n2.2022.

Arsal, A., Sulaiman, A. A., & Jamil, M. H. (2026). Kebijakan Agribisnis: Berkelanjutan Untuk Kesejahteraan Petani. Penerbit KBM Indonesia.

Damayanti, Tri & Sazuli, Sazuli & Isma, Susila & Mardila, Shovia. (2025). Strategi Terpadu Peningkatan Produksi Padi di Indonesia : Suatu Analisis Literatur Komprehensif. Hidroponik : Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman. 2. 01-12. 10.62951/hidroponik.v2i3.503.

Kementerian Pertanian. (2024). Pedoman Teknis Peningkatan Indeks Pertanaman dan Penggunaan Varietas Unggul Genjah. Jakarta: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Liang, Jiale & Pan, Sipei & Xia, Nan & Wang, Zhenkang & Chen, Wanxu & Li, Manchun. (2026). Uneven gains from agricultural modernization: Spatial spillover effects and regional heterogeneity of grain yield in China’s nine major agricultural zones. Journal of Geographical Sciences. 36. 575-596. 10.1007/s11442-026-2461-5.

Lowenberg-DeBoer, J., & Erickson, B. (2019). Setting the Record Straight on Precision Agriculture: Adoption, Benefits, and Barriers. Applied Economic Perspectives and Policy (Springer). [DOI: 10.1093/aepp/ppy012]

Nurhayati, N., Achmad, R. E. S., Subhan, M., Syahma, M. N., Pradiptha, R. A., Harahap, M. R., & Arianti, R. D. (2026). Analisis Administrasi Penyuluhan: Efektivitas BPP Dalam Diseminasi Inovasi Budidaya Padi Di Provinsi Sulawesi Selatan. AGRINUS: Jurnal Agro Marin Nusantara, 2(2), 84-93. https://doi.org/10.62180/beyq2039.

Rozaq, A. (2023). Analisis Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Penerapan Good Handling Practices (GHP) Pasca Panen Padi Sawah Di Desa Panca Agung. Tarakan: Universitas Borneo.

Sapitri, M. A., Nurhayati, N., Rani, M. S., Hasan, M. I., Adhiransyah, S., Hendrico, S. A., Barus, T. H., Wuziah, U. M., & Kusumadinata, A. A. (2026). Peran Penyuluh Pertanian Dalam Hilirisasi Teknologi Budidaya Padi Guna Mendukung Swasembada Pangan. AGRINUS: Jurnal Agro Marin Nusantara, 2(2), 70-83. https://doi.org/10.62180/dtzq9q21

Searchinger, T. D., Waite, R., Hanson, C., Ranganathan, J., Matthews, Emily. (2019). Creating a Sustainable Food Future: A Menu of Solutions to Feed Nearly 10 Billion People by 2050. World Resources Report.

Suhartawan, I. G., & Sulaiman, Z. P. (2024). Ke Mana Arah Penelitian Agribisnis Indonesia? Analisis Bibliometrik Periode 2004–2024. AGRINUS: Jurnal Agro Marin Nusantara, 1(2), 162-175. https://doi.org/10.62180/w9cqf630

Sulaiman, AA. (2025). Optimasi lahan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Bogor, Pertanian Press.

Downloads

Published

2026-01-05

How to Cite

Akselerasi Luas Tambah Tanam (LTT): Modernisasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan 2026. (2026). AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara, 2(2), 94-101. https://doi.org/10.62180/wppybv08

Similar Articles

1-10 of 26

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>