Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Mengurangi Kecemasan Pasien Pasca Operasi

Authors

  • Feni Trihidayani Universitas Djuanda Author
  • Ali Alamsyah Kusumadinata Universitas Djuanda Author
  • Nadia Amalia Universitas Djuanda Author

DOI:

https://doi.org/10.62180/g6exzr80

Keywords:

Komunikasi Terapeutik, Kecemasan Pasca Operasi, Perawat, Studi Kasus Kualitatif, Metode SOLER

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan salah satu intervensi psikososial kunci dalam menurunkan kecemasan pasien pascaoperasi, namun implementasinya di lapangan sering kali tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi terapeutik perawat dalam mengurangi kecemasan pasien pascaoperasi di Ruang Rawat Inap Bedah RS X, mencakup pelaksanaan fase-fase komunikasi, teknik yang dominan digunakan, faktor pendukung-penghambat, dan persepsi pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, dengan enam pasang perawat-pasien dan satu kepala ruangan sebagai informan, melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan analisis tematik, dilanjutkan dengan triangulasi dari sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam episode interaksi yang diteliti, empat episode menunjukkan pola komunikasi terapeutik yang berhasil menurunkan kecemasan pasien, sedangkan dua episode kurang berhasil. Keberhasilan tersebut ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan keempat fase komunikasi terapeutik pada fase orientasi dan terminasi, serta penggunaan teknik validasi perasaan, pemberian informasi bertahap, dan sentuhan terapeutik yang selaras dengan Metode SOLER.  Faktor penghambat utama bersifat struktural, yaitu beban kerja shift dan keterbatasan tenaga keperawatan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan penyegaran komunikasi terapeutik yang berkelanjutan disertai supervisi terjadwal guna meningkatkan konsistensi praktik komunikasi terapeutik di rumah sakit.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amoah, V. M. K., Anokye, R., Boakye, D. S., Acheampong, E., Budu-Ainooson, A., Okyere, E., ... & Afriyie, J. O. (2019). A qualitative assessment of perceived barriers to effective therapeutic communication among nurses and patients. BMC nursing, 18(1): 1-8. https://doi.org/10.1186/s12912-019-0328-0.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Egan, G. (1975). Penolong yang Terampil: Sebuah Model untuk Bantuan Sistematis dan Hubungan Interpersonal. Brooks/Cole Publishing Company.

Gawande, A. (2015). Global surgery. The Lancet, 386(9993), 523–525. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)60764-4

Hoek, K., Suur, L., van Velzen, M., & Sarton, E. Y. (2025). Implementation and Evaluation of a Therapeutic Communication Educational Program for Nurses: Protocol for a Mixed Methods Study. JMIR Research Protocols, 14. https://doi.org/10.2196/65795.

Kristiningrum, D., Arlym, L. T., & Silawati, V. (2026). Efektivitas Yoga Prenatal terhadap Keluhan Fisik, Kecemasan, dan Lama Persalinan pada Ibu Hamil di TPMB Wilayah Kota Depok. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 15(04), 380-392.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills: SAGE Publications.

Littlejohn, S. W. (2009). Teori Komunikasi: Theories of Human Communication. Depok: Salemba Humanika.

Mavros, M. N., Athanasiou, S., Gkegkes, I. D., Polyzos, K. A., Peppas, G., & Falagas, M. E. (2011). Do psychological variables affect early surgical recovery? PLoS ONE, 6(5). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0020306

Mercer, S. W., & Reynolds, W. J. (2002). Empathy and quality of care. British Journal of General Practice, 52(Suppl.), 9–12.

Moonti, M. A., Subantara, D. O., & Solihah, E. (2025). Hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap kecemasan klien pre operasi. Journal of Nursing Practice and Education, 5(2), 180–185. https://doi.org/10.34305/jnpe.v5i2.1602

Pereira, L., Figueiredo-Braga, M., & Carvalho, I. P. (2016). Preoperative Anxiety in Ambulatory Surgery: The Impact of an Empathic Patient-Centered Approach on Psychological and Clinical Outcomes. Patient Education and Counseling, 99(5), 733–738.

Ristanti, P. S. (2024). Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pre Operasi Katarak. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(4), 1819–1832.

Stoop, J. M., Geensen, R., Adam, S. C., & Van Dam, K. A. M. (2025). Prevalence and severity of pain, anxiety, stress, and sleep disturbances among surgical patients: A nationwide single-day multicentre flash mob study. British Journal of Surgery, 112(7), 1–11. https://doi.org/10.1093/bjs/znaf124

Stuart, G. W., & Laraia. (2013). Buku Saku Keperawatan Jiwa (Edisi 6). EGC.

Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-10-06

How to Cite

Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Mengurangi Kecemasan Pasien Pasca Operasi. (2026). HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara, 4(1), 33-39. https://doi.org/10.62180/g6exzr80

Similar Articles

51-60 of 100

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)