Island Glow: Strategi Branding Fashion Bali yang Menembus Pasar Global
DOI:
https://doi.org/10.62180/35rpmr34Keywords:
Branding , Fashion Bali , Budaya, Pameran , TurisAbstract
Artikel ini menganalisis strategi branding "Island Glow" yang menjadi kunci sukses fashion Bali dalam menembus pasar global. Pendekatan ini mengintegrasikan elemen budaya lokal seperti batik, tenun, dan motif alam Bali dengan inovasi modern, menciptakan narasi autentik yang membangun loyalitas konsumen internasional. Melalui digitalisasi seperti platform e-commerce, AR interaktif, dan konten media sosial, brand seperti Haluan Bali mencapai omzet Rp900 juta per bulan serta ekspansi ke Australia, Jepang, dan Belanda
Selain itu, event seperti Kuta Fashion Week 2025 dengan tema "Runway to Paradise" serta dukungan pameran BRI memperkuat posisi Bali sebagai pusat brand lokal dunia, memfasilitasi koneksi dengan buyer global. Komitmen keberlanjutan melalui produksi zero-waste, bahan organik, dan pemberdayaan komunitas perempuan lokal—seperti pada Indigo Luna dan Flook The Label—menolak fast fashion serta menonjolkan transparansi sosial. Secara keseluruhan, strategi ini tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi, tapi juga mempromosikan identitas Bali yang berkelanjutan di panggung dunia.
Downloads
References
Alam, F. A., & Irsan, D. M. (2024). Strategi manajemen (POAC) tradisi Maudu Lompoa sebagai event pariwisata di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. HUMANUS: Jurnal Sosiohumaniora Nusantara, 1(2), 226–233. https://doi.org/10.62180/6wwys963.
Amalia, R., & Dharmayanti, N. (2024). Protecting Cultural Heritage in the Global Fashion Industry: The Case of Balinese Traditional Textiles. Journal of Intellectual Property Rights and Cultural Studies, 12(2), 45-67.
Arumsari, A. (2019). Comparison of the Implementation of Ethical Fashion Concept between Fashion Brands Owned by Foreign Citizens and Balinese in Bali. Journal of Arts and Humanities, 8(10), 1-15.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali. (2024). Laporan Program Penguatan UMKM Industri Kreatif Mode Bali Tahun 2023. Denpasar: Dinas Perindag Bali.
Puspita, V. (2025). Strategies of Local Fashion Brand to Build Prestige and Sustainable Competitive Advantage. SDGs Review Journal, 2(1), 45-60.
Rachmaniar. (2024). Keberadaan Desa Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. HUMANUS: Jurnal Sosiohumaniora Nusantara, 2(1), 95–101. https://doi.org/10.62180/e1fyhv27.
Tanzil, M. Y. (2017). The Sustainable Practices of Indonesian Fashion Brands: A Case Study Approach. Repository Universitas Ciputra. Diakses dari https://dspace.uc.ac.id.
The Island Studio Bali. (2024). Diakses dari https://www.theislandstudiobali.com.
Tsaqif, G. Q., Hidayah, H. U. T., Firza, C. A., Ananda, P., & Zebua, W. D. A. (2025). Optimalisasi peran humas pemerintah dalam meningkatkan branding pariwisata Bandung. HUMANUS: Jurnal Sosiohumaniora Nusantara, 2(2), 217–226. https://doi.org/10.62180/7zvw0b60.
Wijaya, S., & Paramitha, P. (2023). Creative Villages and Sustainable Fashion: Synergy Models for Economic Resilience in Bali. Indonesian Journal of Creative Industry, 9(1), 112-130.
World Bank. (2024). Indonesia’s Creative Economy: Leveraging Cultural Heritage for Inclusive and Sustainable Growth. Washington, D.C.: World Bank Group.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Deya Siti Laila, Riskania Athika , Lazilla Almaeda, Dyah Ayu Dhika, Novita Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










